- 26 August 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo memperkuat kolaborasi untuk mendukung pengembangan seni, budaya, dan pariwisata Ponorogo berbasis data. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU dan MoA di Gedung Rektorat UMPO, Rabu (26/8).
MoU ditandatangani oleh Rektor UMPO, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., dan Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, Evy Trisusanti, S.Si., M.T., M.Sc.
Salah satu agenda penting dalam kerja sama ini adalah pengembangan Bank Data Budaya Ponorogo, khususnya terkait Reog Ponorogo. Ketersediaan data budaya yang akurat dan terukur dinilai penting untuk mendukung berbagai program pemerintah dalam pemajuan kebudayaan, sekaligus pengembangan seni, budaya, dan pariwisata daerah.
Bagi UMPO, gagasan tersebut sangat selaras dengan identitasnya sebagai “The Reog University”. UMPO ingin mengambil peran tidak hanya dalam menjaga dan mengembangkan Reog sebagai warisan budaya, tetapi juga melalui riset dan penyediaan data yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan pengembangan ekosistem budaya Ponorogo.
Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, Evy Trisusanti, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam pemanfaatan dan pengembangan data. Karena itu, BPS mendorong UMPO untuk berkolaborasi dalam membangun data budaya yang lebih sistematis, sehingga dapat dimanfaatkan untuk penelitian maupun kebutuhan pembangunan.
Rektor UMPO menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan budaya harus didukung data yang kuat, agar program yang dilakukan tidak hanya menghasilkan kegiatan, tetapi memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
“Sebagai The Reog University, UMPO tentu memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga, mengembangkan, dan mengangkat budaya Ponorogo. Data menjadi penting agar pengembangan tersebut dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” ungkap Rektor UMPO.
Kolaborasi UMPO dan BPS diharapkan menjadi langkah awal membangun bank data budaya Ponorogo yang dapat mendukung pengembangan seni, budaya, pariwisata, serta penguatan posisi Ponorogo sebagai salah satu pusat kebudayaan Indonesia.