- 27 August 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Semangat kebersamaan dan komitmen tinggi untuk memajukan institusi terasa kental dalam pembukaan Rapat Kerja Tahunan (RKT) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) Tahun 2026. Bertempat di Ponorogo pada Kamis (27/08), agenda tahunan ini resmi dibuka oleh Badan Pembina Harian (BPH) UMPO.
Mengusung tema besar "Penguatan Peran UMPO dalam Menghadapi Dinamika Regulasi dan Tuntutan Mutu Institusi", kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekanat, dosen, serta perwakilan sivitas akademika UMPO. Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sambutan dari perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UMPO, Muhammad Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si.
Dalam arahannya, Muhammad Khoirul Abduh membuka sesi koordinasi dengan menekankan pentingnya menyatukan langkah dan bekerja secara kolaboratif demi kemajuan UMPO melalui perencanaan program kerja tahunan yang matang.
Menurut Muhammad Khoirul Abduh, ciri utama dari institusi atau orang yang berkemajuan adalah segala sesuatu yang dilakukan harus terencana, terukur, dan disertai dengan evaluasi yang berkala.
"Ciri orang berkemajuan itu semua terencana dan terukur, serta ada evaluasi. Itu penting, karena itu akan membuat perubahan yang disertai dengan data nyata mengapa sebuah institusi bisa maju atau sebaliknya," ujarnya.
Pihaknya menambahkan bahwa kemajuan institusi sangat bergantung pada soliditas organisasi di tingkat kampus serta kejelasan tugas dan fungsi (tupoksi) dari seluruh elemen yang ada. Ketika seluruh elemen menjalankan fungsinya dengan baik berdasarkan kesepakatan bersama, produktivitas kampus akan meningkat secara signifikan.
Mengutip pandangan Prof. Mukti, Dia mengingatkan tentang tiga faktor utama yang dapat menghambat kemajuan institusi perguruan tinggi. Pertama, konflik internal; sehebat apapun sebuah kampus, jika di dalamnya tidak ada soliditas, diskomunikasi akan memicu ketidaknyamanan kerja dan keretakan organisasi. Kedua, praktik koruptif; tindakan korupsi sekecil apapun dapat merusak nalar berpikir dan integritas di dalam institusi, yang pada akhirnya mencoreng nama baik lembaga pendidikan. Ketiga, kola atau pola pikir kaku serta masih mengandalkan patron lama; hal tersebut akan menghambat daya kreativitas sivitas akademika untuk berkembang mengikuti zaman.
Lebih lanjut, BPH UMPO menegaskan bahwa Rapat Kerja Tahunan (RKT) bukan hanya sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen vital yang mencerminkan denyut kehidupan kampus yang dinamis. RKT menjadi wadah eksploratif untuk merumuskan program kerja tahunan yang kreatif, adaptif, dan bebas dari belenggu pola pikir kaku.
Menjelang akhir arahannya sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara, Dia tak lupa mengajak seluruh sivitas akademika UMPO untuk terus bergandengan tangan, mencurahkan tenaga dan pikiran demi kemajuan bersama, serta menjadikan RKT 2026 sebagai momentum evaluasi dan perencanaan strategis.
Acara RKT UMPO 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang dapat diimplementasikan, dievaluasi, serta dipertanggungjawabkan bersama demi mewujudkan UMPO yang unggul, berdaya saing, dan berkemajuan.