- 18 June 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Kisah ketertarikan Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) Dr. Rido Kurnianto, M.Ag. terhadap seni Reyog Ponorogo bermula dari sebuah momen di tahun 1997, sebuah tahun yang menjadi catatan sejarah penting dalam perjalanan karier akademisnya sebagai dosen baru di UMPO. Pada waktu itu, sebuah kebijakan mewajibkan seluruh dosen muda untuk menyusun dan mengusulkan proposal penelitian ke Ristek Dikti Jakarta guna memetakan spektrum keilmuan mereka.
Di tengah kewajiban akademis tersebut, Ia memilih sebuah langkah yang terbilang berani dan visioner dengan memutuskan untuk mengkaji seni tradisional lokal yang menjadi ikon daerahnya.
Sebagai seorang akademisi yang bernaung di bawah Fakultas Agama Islam, Ia memiliki ketertarikan mendalam untuk melihat Reyog Ponorogo bukan sekadar dari sudut pandang tontonan atau estetika semata, melainkan membedah kesenian tersebut melalui perspektif kependidikan Islam. Dari sinilah lahir sebuah rancangan penelitian awal yang berfokus pada dinamika spiritual para pelaku seni itu sendiri.
Dalam kompetisi ilmiah yang sangat ketat kala itu, di mana ada lebih dari empat puluh proposal yang diajukan oleh sejawatnya, hanya ada satu proposal yang berhasil lolos dan mendapatkan pendanaan dari Ristek Dikti, dan proposal tunggal yang terpilih itu adalah buah pemikiran dari Dr. Rido Kurnianto.
Penelitian monumental yang menandai awal perjalanannya tersebut membawa judul tentang pengaruh atau dampak kesenian Reyog Ponorogo terhadap jiwa keagamaan konco reyog. Melalui kajian ini, dia berupaya menggali substansi mendalam mengenai bagaimana aktivitas berkesenian ini berinteraksi dengan kehidupan spiritual dan religiusitas para senimannya. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi utama bagi dirinya dalam mengintegrasikan bidang ilmu pendidikan Islam dengan seni adiluhung Reyog Ponorogo, yang bahkan pada masa itu sudah mulai dikenal luas di kancah internasional meski belum diajukan secara resmi sebagai warisan budaya tak benda dunia.
Keberhasilan di tahun 1997 tersebut rupanya menjadi pemantik konsistensi yang terus terjaga hingga puluhan tahun berikutnya. Sejak saat itu hingga sekarang, agenda penelitian tahunan yang dijalankan oleh Dr. Rido Kurnianto tidak pernah lepas dari ruang lingkup Reyog Ponorogo. Fokus kajiannya pun terus berkembang secara dinamis, mulai dari eksplorasi mendalam tentang jiwa keagamaan para pelaku seni, penelusuran nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam setiap elemen gerakan dan instrumen Reyog, hingga implementasi nilai-nilai tersebut dalam pembentukan karakter masyarakat. Bahkan, ketertarikan akademisnya juga merambah ke dimensi yang lebih luas, termasuk meneliti keterkaitan kesenian tradisional ini dengan isu-isu konservasi alam, yang semuanya berhasil mendapatkan dukungan serta pendanaan berkala, baik dari Ristek Dikti maupun kementerian Agama Republik Indonesia.