- 27 April 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID – Perjalanan penuh tantangan dan pembelajaran dilalui Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Ponorogo (MAHIPA UMPO) dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Lanjutan (DIKLATTAN) Divisi Caving yang digelar pada 16–19 April 2026 di Goa Plente dan Goa Karet, Kecamatan Pringkuku, Pacitan.
Perjalanan dimulai sejak hari pertama, ketika sembilan anggota muda MAHIPA bersama tiga pendamping dan satu instruktur mempersiapkan segala kebutuhan. Mulai dari pengecekan perlengkapan, pembagian logistik, hingga pengarahan teknis dilakukan dengan teliti sebelum tim bertolak menuju Pacitan. Setibanya di lokasi, sebuah rumah kosong milik kepala dusun setempat disulap menjadi basecamp sederhana—tempat beristirahat sekaligus pusat koordinasi kegiatan.
Hari kedua menjadi awal petualangan sesungguhnya. Pagi itu, suasana basecamp dipenuhi aktivitas memasak, pengecekan alat, hingga pemanasan fisik. Setelah semuanya siap, tim bergerak menuju Goa Plente. Di mulut goa, setiap anggota mulai menjalankan perannya—memasang rigging, memastikan keamanan jalur, hingga mempersiapkan peralatan Single Rope Technique (SRT).
Satu per satu peserta mulai menuruni goa vertikal, memasuki ruang gelap yang menyimpan keheningan dan keindahan alam. Di dalam goa, mereka tidak hanya menelusuri lorong, tetapi juga melakukan pemetaan serta mendokumentasikan berbagai formasi seperti stalaktit dan stalagmit, hingga menemukan kehidupan fauna khas goa. Tantangan medan yang licin dan minim cahaya justru menjadi pengalaman berharga yang mengasah keberanian dan ketelitian.
Memasuki hari ketiga, perjalanan semakin intens. Tim dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian melanjutkan eksplorasi di Goa Plente, sementara tim lainnya bergerak menuju Goa Karet yang berjarak sekitar 200 meter. Dengan tugas masing-masing, mereka menyusuri lorong-lorong goa, melakukan pemetaan, serta memastikan setiap langkah dilakukan sesuai prosedur keselamatan.
Kerja sama tim benar-benar diuji. Koordinasi, komunikasi, dan kepercayaan menjadi kunci dalam menghadapi kondisi lapangan yang tidak mudah. Setiap anggota belajar untuk mandiri sekaligus saling menjaga.
Di hari terakhir, tantangan mencapai puncaknya melalui simulasi vertical rescue di Goa Karet. Dalam skenario darurat, peserta dilatih untuk melakukan penyelamatan di medan vertikal—sebuah keterampilan penting dalam kegiatan caving. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan analisis sosial budaya dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat setempat, menambah dimensi pembelajaran di luar teknis lapangan.
DIKLATTAN ini bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan pembentukan karakter. Dari gelapnya goa Pacitan, lahir pengalaman, keberanian, dan semangat baru bagi anggota MAHIPA UMPO untuk terus berkembang dan siap menghadapi tantangan di alam bebas.
Kontributor: Kepala Bidang 3 MAHIPA
Editor: Ajeng Laksmita/Humas UMPO