- 22 July 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan terus menjadi perhatian Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO). Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Placement Test Bimbingan Tilawah Al-Qur'an (BTQ) bagi dosen dan tenaga kependidikan sebagai tahapan awal pembinaan kemampuan membaca Al-Qur'an.
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al-Manar UMPO pada 29 Juni dan 21 Juli 2026 ini merupakan bagian dari program pembinaan pegawai yang bertujuan meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta kemampuan membaca Al-Qur'an.
Kepala BP3DI UMPO, Dr. Sri Susanti, M.A., menjelaskan bahwa placement test menjadi tahapan awal sebelum peserta mengikuti kelas pembinaan BTQ.
"Dalam rangka pembinaan pegawai dan meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta kemampuan membaca Al-Qur'an, BP3DI memberikan layanan dan fasilitasi Bimbingan Tilawah Al-Qur'an (BTQ) bagi seluruh pegawai UMPO. Sebagai langkah awal, kami melaksanakan placement test untuk memetakan kemampuan dasar setiap peserta sebelum memasuki kelas pembinaan," jelasnya.
Melalui placement test tersebut, BP3DI bertujuan mengetahui tingkat kemampuan dasar pegawai dalam membaca dan menulis huruf hijaiyah sekaligus mengelompokkan peserta ke dalam kelas pembelajaran sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Pada pelaksanaan gelombang pertama, kegiatan diikuti oleh 104 peserta dari total 278 pegawai yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan, atau sekitar 37 persen dari keseluruhan pegawai. Melihat masih adanya sejumlah unit kerja yang belum dapat mengikuti kegiatan, BP3DI kemudian memfasilitasi placement test susulan pada 21 Juli 2026.
Pelaksanaan susulan tersebut diikuti oleh 80 pegawai, atau sekitar 46 persen dari total 174 pegawai yang belum mengikuti pada gelombang pertama. Setelah dilakukan rekapitulasi, jumlah peserta yang telah mengikuti placement test mencapai 184 pegawai, atau sekitar 83 persen dari keseluruhan pegawai UMPO.
Dr. Sri Susanti menyampaikan bahwa masih terdapat sebagian pegawai yang belum dapat mengikuti kegiatan karena berhalangan hadir akibat tugas kedinasan yang telah terjadwal, seperti kegiatan akreditasi maupun penugasan mendadak.
Meski demikian, capaian partisipasi tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari sivitas akademika dalam mengikuti program pembinaan BTQ. Ke depan, BP3DI akan terus memberikan layanan pembinaan secara berkelanjutan agar seluruh pegawai UMPO memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik sesuai kaidah tajwid.
Melalui program ini, UMPO berharap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan semakin mengakar dalam budaya kerja kampus, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami.