- 15 January 2026
- Rahmat Fandi Yusup
Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali menunjukkan komitmennya dalam kancah internasional. Hari ini, Kamis (15/1/2026), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPO secara resmi menggelar seremoni pemberangkatan mahasiswa untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kemitraan Internasional yang akan berlokasi di Malaysia.
Sebanyak 22 mahasiswa terpilih dari berbagai program studi di UMPO akan melaksanakan KKN Internasional mulai tanggal 20 Januari hingga 16 Februari 2026. Program ini merupakan langkah strategis universitas dalam memberikan pengalaman global sekaligus pengabdian nyata bagi masyarakat di luar negeri.

Pesan Rektor: Jaga Akhlak dan Bawa Manfaat
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., mengungkapkan rasa bangganya atas kesiapan para mahasiswa. Beliau menitipkan pesan mendalam agar mahasiswa mampu menjadi duta kampus yang baik.
"Mahasiswa UMPO adalah mahasiswa yang berkarakter, berilmu, dan santun. Perhatikan adab dan berakhlakul karimah dalam setiap tindakan. Semua kegiatan harus mencerminkan identitas mahasiswa UMPO yang indah," ujar Dr. Rido.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Malaysia, khususnya di sanggar-sanggar yang menjadi lokasi KKN serta bagi putra-putri migran Indonesia yang berada di sana.
Misi Budaya: Mengenalkan Reog Ponorogo di Kancah Dunia
Salah satu misi khusus dalam KKN Internasional tahun ini adalah promosi budaya. Mengingat Seni Reog Ponorogo telah resmi terinskripsi sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan keilmuan mereka dengan kearifan lokal tersebut.
"Sampaikan budaya Ponorogo, yakni seni Reog yang sudah diakui internasional. Di Malaysia terdapat sekitar delapan grup Reog yang dipelopori oleh tokoh-tokoh asal Ponorogo. Gunakan kesempatan ini untuk menjalin silaturahim dan berinteraksi dengan mereka," tambah Rektor.
Bekal Pengalaman Internasional
Menutup sambutannya, Dr. Rido mengingatkan para peserta untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan hati selama kurang lebih satu bulan menjalankan program. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal bermakna bagi masa depan mahasiswa.
"Selamat bertugas. Semoga pengalaman internasional ini memberikan keberkahan dan kelancaran hingga akhir kegiatan," pungkasnya.