- 08 May 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM membawa dampak luas bagi sektor transportasi maupun kehidupan masyarakat sehari-hari. Kondisi ini dinilai dapat memicu kenaikan biaya operasional hingga harga kebutuhan pokok di pasaran.
Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Wawan Trisnadi, M.T menjelaskan, setidaknya ada dua efek utama yang muncul akibat kenaikan harga BBM.
Menurutnya, dampak pertama terjadi pada sektor transportasi. Kenaikan harga BBM secara otomatis meningkatkan biaya operasional kendaraan dan biaya logistik distribusi barang. Kondisi tersebut kemudian memicu efek domino berupa naiknya harga berbagai kebutuhan di masyarakat.
“Kalau harga BBM naik, otomatis biaya transportasi dan distribusi ikut naik. Akhirnya harga barang di pasaran juga ikut terdampak,” ujarnya.
Selain itu, dampak langsung juga dirasakan masyarakat luas. Mengingat Indonesia masih melakukan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, kenaikan harga BBM dinilai akan diikuti kenaikan harga bahan pokok. Situasi ini berpotensi menurunkan daya beli masyarakat sehingga warga dituntut lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Wawan menawarkan sejumlah solusi praktis agar masyarakat bisa lebih hemat bahan bakar. Salah satunya dengan menerapkan sharing transportasi atau bepergian bersama menggunakan satu kendaraan.
Ia juga menyarankan masyarakat menerapkan teknik eco-driving saat berkendara. Cara ini dinilai mampu membantu efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Tak hanya itu, perawatan kendaraan juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Wawan mencontohkan kondisi ban kendaraan yang tipis atau tekanan angin yang kurang dapat membuat beban kendaraan lebih berat sehingga mesin harus bekerja ekstra dan konsumsi BBM menjadi lebih boros.
“Kadang masyarakat tidak sadar, kondisi ban yang kurang angin atau sudah tipis membuat mesin bekerja lebih berat dan BBM lebih cepat habis,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, penggunaan kendaraan listrik hingga kembali membiasakan bersepeda dinilai menjadi alternatif bijak untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak di tengah kenaikan harga komoditas energi.
“Ke depan masyarakat perlu mulai mempertimbangkan kendaraan listrik atau kembali bersepeda untuk perjalanan dekat agar lebih hemat dan ramah lingkungan,” pungkasnya.