- 28 May 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) kembali menggelar agenda tahunan Ta’awun Qurban sebagai bentuk ibadah nyata dan kepedulian sosial sivitas akademika pada Kamis (28/5).
Pada perayaan tahun ini, semangat gotong royong membuahkan hasil dengan terkumpulnya 9 ekor sapi yang berasal dari 63 pekurban. Ketua Panitia Ta’awun Qurban, Muslih Candrakusuma, M.E, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh prosesi penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, pelaksanaan Ta’awun Qurban Universitas Muhammadiyah Ponorogo tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Program Ta’awun Qurban ini merupakan wujud ibadah dalam bentuk kolaborasi dan kebersamaan sivitas akademika serta masyarakat dalam menebarkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kemanfaatan yang diajarkan dalam syariat Islam," ujarnya
Ia memaparkan bahwa pada tahun ini terkumpul sebanyak 9 ekor sapi dari 63 pekurban. Sebanyak 7 ekor sapi disembelih di lingkungan kampus UMPO, sedangkan 2 ekor sapi lainnya disalurkan melalui Lazismu Jawa Timur sebagai bentuk partisipasi dalam program BaksoMu. Dari 7 ekor sapi yang disembelih di kampus, diperoleh total daging qurban seberat 832,7 kilogram yang kemudian didistribusikan kepada 1.044 penerima manfaat.
Melalui pelaksanaan Ta’awun Qurban ini, panitia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tanpa makna. "Harapan kami, kegiatan Ta’awun Qurban ini tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga mampu memperkuat semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan nilai gotong royong di tengah masyarakat. Semoga kebermanfaatan qurban dapat dirasakan lebih luas, menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, serta menjadi sarana menumbuhkan jiwa empati dan solidaritas sosial di lingkungan UMPO dan masyarakat secara umum," pungkasnya
Sementara itu, Dr. Sri Susanti, M.A dari Bagian Pengkajian Pembinaan dan Pengembangan Dakwah Islam (BP3DI) UMPO, memberikan refleksi mendalam mengenai esensi Idul Adha tahun ini.
"Pada momen ini, kita bisa mengambil pelajaran tentang makna sebuah keikhlasan. Jadi bukan seberapa banyak atau seberapa besar hewan yang kita korbankan, yang kita sembelih. Tetapi adalah keikhlasan kita, seberapa besar keikhlasan kita kepada Allah SWT. Jadi meskipun ibaratnya yang dua itu tidak disembelih di sini, karena kita sudah niat ikhlas, insya Allah pahalanya sama. Jadi lebih mengarah kepada keikhlasan," tutur Dr. Sri Susanti.
Ketika ditanya mengenai rencana ke depan, Dr. Sri Susanti menjelaskan bahwa karena ini merupakan program pegawai, maka sangat penting untuk terus membangun kesadaran bersama.
"Harapan kami untuk ke depan, karena ini program pegawai ya. Seluruh pegawai ya, mohon meningkatkan kesadaran untuk berkorban. Karena korban itu kewajiban personal, individu. Nanti semakin bertambah banyak pengorban, nanti semakin banyak siar kita ke masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Sri Susanti juga menekankan pentingnya kesatuan manajemen demi syiar yang lebih besar di kampus. "Dan harapan yang kita utamakan sebenarnya adalah kesatuan atau kesamaan niat. Karena selama ini kan masih ada kelompok sapi dan kelompok kambing. Kelompok kambing itu dikelola secara mandiri oleh karyawan dan penyembelihan di tempat masing-masing. Ke depan itu kami sangat berharap bisa diwujudkan dalam bentuk sapi dan kita sembelih sama-sama di kampus," tambahnya.