- 07 September 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Bagaimana sebuah produk yang terlihat sederhana di tangan konsumen, seperti sebotol minuman probiotik atau sebatang es krim, dapat diproduksi secara massal dengan kualitas yang tetap terjaga? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) melalui kegiatan visit company ke Pabrik Yakult dan Pabrik Aice di Mojokerto, Jawa Timur.
Bukan sekadar agenda jalan-jalan, kegiatan ini dirancang agar para mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori-teori manajemen yang selama ini dipelajari di ruang kuliah benar-benar bekerja di dalam dunia industri nyata.
Belum usai rasa penasaran mereka di pabrik Yakult, rombongan mahasiswa melanjutkan perjalanan sore harinya ke Pabrik Aice. Jika di Yakult mereka belajar mengenai konsistensi dan pengendalian mutu, di Aice mahasiswa mendapatkan perspektif berbeda mengenai pemanfaatan teknologi serta sistem otomatisasi dalam menghasilkan es krim secara massal.
Melalui tur pabrik Aice, mahasiswa melihat bagaimana teknologi otomatisasi membantu perusahaan dalam menjaga efisiensi sekaligus memenuhi standar kualitas yang tinggi demi beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pasar. Sesi kunjungan ini pun ditutup dengan cara yang menyenangkan, di mana para mahasiswa dapat menikmati berbagai varian es krim Aice secara gratis dan sepuasnya.
Dari kunjungan ke dua pabrik dengan karakter produk yang berbeda ini, mahasiswa menyimpulkan bahwa sebuah produk harian yang tampak sederhana ternyata lahir dari sistem pengelolaan yang kompleks. Perbedaan karakteristik antara Yakult dan Aice justru memperkaya sudut pandang mereka terhadap ilmu manajemen.
“Di Yakult kami melihat bagaimana konsistensi dan pengendalian mutu menjadi bagian penting dalam produksi. Sementara di Aice kami melihat bagaimana inovasi dan teknologi mendukung efisiensi. Dari dua perusahaan ini kami mendapatkan perspektif yang berbeda,” jelas Retno.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman lapangan ini membuat berbagai materi teoretis—seperti manajemen operasional, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemasaran, hingga strategi bisnis—menjadi jauh lebih mudah dipahami.
Selain faktor mesin dan teknologi canggih, mahasiswa juga menyadari bahwa unsur SDM tetap memegang peranan krusial. Ketelitian para pekerja, pembagian tugas yang jelas, serta koordinasi yang rapi terbukti menjadi fondasi penting yang melengkapi kecanggihan teknologi di lini produksi.
Rampung dari rangkaian visit company tersebut, para mahasiswa Magister Manajemen UMPO pulang membawa wawasan berharga tentang bagaimana sebuah perencanaan bisnis di atas kertas diubah menjadi proses operasional terukur, hingga akhirnya menghasilkan produk berkualitas yang dinikmati masyarakat setiap hari.