- 11 February 2026
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar Seminar Nasional sekaligus penandatanganan kerja sama dengan FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri pada Senin (10/2). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara FKIP UMPO dengan FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri, serta kerja sama lanjutan antara Program Studi PPKn kedua perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong sinergi akademik yang berkelanjutan serta memperluas jejaring keilmuan antar institusi.
Seminar nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Pancasila: Penguatan Karakter Multikultural dan Literasi Digital di Era Disrupsi Informasi.” Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr. Sulton, M.Si. dan Wikan Sasmita, M.Pd., yang membahas tantangan pendidikan kewarganegaraan di tengah dinamika perkembangan teknologi informasi serta pentingnya penguatan karakter multikultural bagi generasi muda.
Selain seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Karangpatihan, Balong, Ponorogo. Program ini menyasar pendamping masyarakat tunagrahita, relawan (volunteer), serta perangkat desa sebagai mitra pendamping masyarakat. Mengusung tema “Model Pemberdayaan Kewarganegaraan Inklusif,” kegiatan ini bertujuan melatih kepekaan sosial, meningkatkan empati, memperkaya pengalaman lapangan, serta mengasah kemampuan komunikasi dan kerja tim mahasiswa.
Ketua Program Studi PPKn FKIP UMPO, Dr. Ambiro Puji Asmaroini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi antara FKIP UMPO dan FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri dapat berjalan secara berkelanjutan, produktif, dan saling menguatkan.
“Melalui seminar nasional dan pengabdian kepada masyarakat bagi pendamping masyarakat tunagrahita, relawan, serta perangkat desa di Desa Karangpatihan, diharapkan lahir kolaborasi akademik yang berdampak nyata, memperluas jejaring keilmuan, serta memberikan kontribusi sosial yang inklusif dan bermakna bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan peran mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta mampu memberikan dampak nyata sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.