- 26 August 2025
- Ajeng Laksmita
UMPO.AC.ID - Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menggelar deklarasi dukungan pelestarian lingkungan dan penguatan edukasi konservasi. Acara ini menjadi langkah nyata sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga konservasi, bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian alam dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor UMPO, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag., menegaskan bahwa konservasi akan diintegrasikan dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Dalam kerja sama ini terdapat tiga fokus utama:
- Pendirian Edupark di Nglayang, Jenangan Ponorogo sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan pelestarian hayati.
- Penangkaran Merak Hijau sebagai satwa langka sekaligus ikon budaya Reog Ponorogo.
- Sinergi Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, mulai dari kuliah umum, penelitian konservasi, hingga pemberdayaan desa penyangga kawasan hutan.
- Sebagai langkah awal, UMPO mencanangkan program Satu Civitas Akademika, Satu Pohon pada tahun ajaran 2025/2026. Melalui gerakan ini, setiap dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan diwajibkan menanam minimal satu pohon di kawasan Edupark UMPO. Pohon-pohon tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen sekaligus warisan ekologis bagi generasi mendatang.
Lebih dari itu, UMPO juga berencana melibatkan siswa Muhammadiyah mulai dari PAUD hingga SMA untuk ikut serta belajar menanam pohon di Edupark. Menurut Rektor, langkah sederhana ini akan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah dan melestarikan lingkungan merupakan investasi penting untuk masa depan.
“Dengan semangat ini, mari bersama-sama membangun masa depan lingkungan yang lebih lestari dan bermartabat,” ajak Rektor UMPO menutup sambutannya.